Gairah Direktris Baru [Cerita seks]

Cerita DewasaCerita SeksNama saya Jeremy Lahir dan besar di
Jakarta 26 tahun yg lalu, Ayahku berasal dari Jawa dan Ibuku keturunan
chinese. Wajah dan badanku mengikuti Ibuku, dengan tinggi 173 Kg berat
sekitar 70 Kg. Ok aku akan mulai ceritakan pengalamanku.

Berawal dari lulus SMA, aku yg ekonominya pas-pasan langsung mencoba
mencari pekerjaan, kebetulan sekali ada teman ayahku yg sedang mencari
orang untuk ditempatkan sbg asisten kepala produksi di daerah
Cipayung, Jak-tim. Akhirnya setelah kupertimbangkan masak-masak aku
terima tawaran teman ayahku tersebut.

Hari pertama bekerja sungguh merupakan neraka bagiku, karena aku yg
terbiasa hidup di daerah kota yang penuh keramaian kini tinggal di
daerah pinggiran Jakarta yang masih sepi, namun demi masa depanku, aku
jalani juga pekerjaan tersebut. Sedikit demi sedikit aku mulai
menguasai pekerjaan bahkan dalam waktu yang relatif singkat aku sudah
dipercaya menjadi kepala produksi karena prestasiku yg cukup bagus.
Untuk menambah wawasanku serta memanfaatkan NEM SMA-ku yang rata-rata
diatas 8 aku disekolahkan oleh perusahaan di Akademi bahasa asing di
kawasan Cikini. Aku jalani Bekerja dan kuliah hingga tamat D3 .

Namun tidak lama setelah aku diwisuda pimpinanku sekaligus pemilik
perusahaan mengalami musibah sehingga meninggal dunia. Otomatis sejak
saat itu kendali perusahaan diambil alih oleh istrinya.

Hari pertama dia menjadi atasanku, aku sangat merasa kikuk sebab aku
tidak biasa dipimpin oleh seorang wanita, apa lagi wajahnya sangat
anggun dan cantik ditambah dengan bentuk badannya yg sungguh sempurna.
kulitnya putih bersih, bra-nya aku taksir no.38 karena jelas sekali
menggelembung dan yg paling bagus menurutku adalah pinggulnya yg besar
dengan pantat yg bulat dan pinggang yg kecil. usianya aku taksir 30-
an. Untunglah beliau cukup berwawasan dan berpendidikan sehingga
dengan mudah aku dapat beradaptasi dengannya.

Hari demi hari aku lewati suasana baru dengan pimpinanku yg baru
hingga tanpa terasa 1 tahun sudah berlalu begitu cepat.

Siang itu tepatnya bulan Oktober tahun 2000. aku dipanggil keruangan
pimpinanku, karena sudah terbiasa dan sering dipanggil aku menghadap
tanpa pikiran macam-macam . Baru saja aku duduk dihadapannya setelah
terlebih dulu memberi salam Beliau langsung menyodorkan tangannya dan
memberikan ucapan selamat. Aku kebingungan “Selamat ! ya, Atas
prestasi anda, perusahaan memberikan sebuah rumah kepada anda ! Ini
kuncinya !” Aku sungguh tdk percaya mendengarnya sampai aku bingung
harus berkata apa. Akhirnya setelah sadar baru aku mengucapkan terima
kasih kepadanya. “Terima kasih, Bu!” “Saya akan kembali keruangan
produksi ” “Tunggu dulu” perintahnya datar namun mengandung magnet yg
luar biasa. “Saya akan bicara banyak kepada anda” “Silahkan duduk
disitu” sambil tangannya menunjuk kursi sofa yg berada diruangannya.
Aku beranjak menuju sofa yang ditunjuknya dan pimpinanku pun duduk
dihadapanku.
Tak banyak yg ditanyakannya hanya permasalahan produksi biasa, namun
sungguh pikiranku tdk bisa serius menjawab pertanyaannya karena
dihadapanku terpampang mulus paha pimpinanku yang duduknya
menumpangkan kaki. Aku yang berdarah muda langsung terbakar melihat
pemandangan tersebut kemaluanku yang tidak tahu malu langsung bergerak
meronta hingga celanaku tampak menggelembung karena aku mengenakan
celana berbahan tipis.
“Jeremy!” sebuah panggilan lembut menyadarkanku
“Kenapa kamu?” “Sakit?” aku tersentak “Tidak, Bu hanya agak pening
sedikit ” “Tunggu sebentar akan saya ambilkan obat” jawab pimpinanku.
“Tidak usah, bu! biar saya ambil sendiri”aku merasa tidak enak
terhadap pimpinanku, aku pun bergerak ke kotak obat mengikuti
langkahnya.

“Wah, obat peningnya habis, Bagaimana kalau saya pijit saja ”
“Kebetulan , saya pernah belajar cara memijit”. “Tidak usah, Bu” aku
jadi semakin tidak enak dengan kebaikan pimpinanku.
“Tidak apa !” sini rebahan di sofa” suruhnya agak memaksa, Karena
dipaksa terus akupun tidak enak. Akupun rebahan disofa terlentang
mengikuti perintahnya padahal aku sama sekali tidak pening namun aku
agak segan jika tidak mengikuti kemauannya.

Jari-jari halus pimpinanku mulai memijat keningku, memang sungguh
terasa nikmat, karena serius memijat kepalaku tanpa sadar badannya yg
agak memunduk menunjukan belahan dadanya yang sangat putih dan
besarnya wahhhh! rasanya BH-nya sudah tak cukup lagi memapahnya, Aku
semakin belingsatan tdk karuan senjataku yang tadi sudah agak mereda
kembali mengeras dan membesar dengan keregangan maksimal. dan aku
sudah tidak bisa menghindar lagi saat gundukan dicelanaku dilihat oleh
pimpinanku. “Wah, wah anak muda baru dipijat keningnya sudah kontak”
ledek pimpinanku sambil tersenyum. sungguh aku malu sekali, namun
dengan tenangnya pimpinanku terus memijat keningku, birahiku yg sudah
naik keubun-ubun sudah tdk dapat aku tahan ingin sekali aku
menyembunyikan mukaku ke belahan dadanya dan mengelus mesra semua
lekukan tubuh pimpinanku, namun aku tidak berani, karena taruhannya
adalah masa depan.

Disaat aku sudah tidak tahan lagi dengan tiba-tiba sekali jari-jari
lentik pimpinanku bergerak turun kearah dadaku. Aku kaget setengah
mati.”Tenaglah jeremy, kita nikmati permainan ini”. “Bu? ” mulutku
tergagap memanggilnya dan hanya diam dengan dada bergemuruh menanti
kejadian selanjutnya.

jari-jarinya yang halus dan lentik masuk kedalam kemejaku dan mengusap
halus dadaku, aku merasakan nikmat yg luar biasa. Seluruh aliran
darahku rasanya bergetar hebat apalagi dengan trampilnya jari-jarinya
cepat membuka kemejaku hingga aku bertelanjang dada dan tanpa permisi
lagi bibirnya yang sensual menyambar bibirku, aku tersentak namun
hanya sesaat aku balas lumatan bibirnya, aku pagut terus dan aku
jelajahi rongga mulutnya dengan lidahku terasa nafasnya harum. aku yg
sudah dikuasai nafsu sudah mulai tidak perduli terhadap status dan
tempat yang masih disofa.

Aku mulai membalasnya perlahan aku gerakan jemariku ke dalam blousenya
aku merasakan kelembutan dan kekenyalan buah dadanya tapi hanya
sebentar “Tidak usah, Jer” kamu diam saja kata pimpinanku sambil
melepaskan seluruh penutup tubuhnya dihadapanku hingga tidak sehelai
benangpun yg menempel pada tubuhnya, pemandangan didepan mataku
sungguh teramat indah. Buah dadanya besar menantang dengan puting
kemerahan menantang. pinggangnya ramping dan perut yg rata dan pinggul
yang sangat besar dan rambut kemaluannya sungguh sangat lebat
menghiasi celah diantara pahanya yang masih kencang. Perlahan
pimpinanku berjalan kearahku, aku melihat tatapan matanya buas
bagaikan srigala menangkap mangsanya. aku semakin berdebar-debar
menanti.

Dengan sigapnya pimpinanku menciumi seluruh tubuhku mulai bibir, leher
terus ke dadaku. Lidahnya dengan lembut menyapu dadaku dan sesekali
dengan rakusnya menghisap puting dadaku lalu menjilatinya kembali. Aku
semakin tak tahan dengan perlakuannya seluruh aliran darahku bagaikan
terhenti. Apa lagi ketika dia mulai membuka celanaku dan membuangnya
begitu saja ke lantai. tangannya langsung menangkap kemaluanku yang
sudah sangat tegang dikocoknya perlahan-lahan. “oh.. besar sekali
punyamu jeremy, panjang” aku sudah tak peduli dengan komentarnya
nafsuku sungguh sudah sampai keubun-ubun. meskipun dalam hati aku
mengakui punyaku yang cukup lumayan utk ukuran indonesia denga panjang
17 Cm x 4,5 Cm. sementara tangannya mengocok batang kemaluanku
mulutnya yang basah dan hangat mulai menjilati bagian atasnya yang
membonggol bahkan dengan rakusnya memasukkan batang kemaluanku kedalam
mulutnya yg mungil. Aku merasakan nikmat yang luar biasa. Sementara
mulutnya terus mencoba menghisap dan memasukan seluruh Batang
kemaluanku namun mulutnya tak cukup utk menampung seluruh batang
kemaluanku yang semakin panjang dan besar. “Bu, saya sudah tak tahan
“desisku lirih “OK” sekarang gantian saya di sofa. aku segera bangkit
berdiri dari sofa dan pimpinanku menggantikanku rebahan disofa. aku yg
sudah spanning langsung menubruknya, lidahku mulai menari-nari
menjilati seluruh permukaan tubuhnya. buah dadanya yg montok menjadi
sasaran utamaku. Aku jilati putingnya yang kemerahan sesekali aku
hisap dan gigit perlahan-lahan, sementara tangan kiriku mengelus buah
dada yg satunya dan tangan kananku menelusuri perutnya terus turun
membelah hutan lebat yang menutupi kemaluannya. aku lihat pimpinanku
sudah blingsatan erangan dan ocehan yg tidak jelas keluar dari
mulutnya. ” Oh.. Jer….cepat saya sudah tak tahan” aku terus
mempermainkan buah dadanya, perlahan lidahku turun terus hingga sampai
ke celah lembabnya yang sudah basah oleh pelumas. sementara jariku
menyelinap kedalam celahnya lidahku mencari-cari daging kecil diantara
hutan belukarnya yg lebat, akhirnya setelah kutemukan aku jilat
perlahan dan aku hisap-hisap, aroma kemaluannya yg khas membuat aku
semakin bergairah apa lagi pimpinanku semakin mendesis tidak karuan
aku semakin semangat.

Tiba-tiba saja Ibu pimpinanku berdiri, “Jer,kamu duduk disini” aku
ikuti kemauannya. aku kembali duduk disofa sementara batang kemaluanku
mencuat menunjuk langit-langit ruangan pimpinanku. lalu pimpinanku
naik diatas pahaku, digenggamnya batang kemaluanku lalu diarahkannya
kedalam celah kemaluannya terasa hangat sangat ujung kemaluanku
menyentuh permukaan bukitnya. namun susah sekali batang kemaluanku
menerobos celah miliknya akhirnya setelah bersusah payah kemaluanku
dapat menerobos kedalam celah kemaluannya “oh.. jer…. nikmat sekali
” mata pimpinanku sampai terbeliak sangat batang kemaluanku amblas
semua kedalam kemaluannya. sementara aku sangat merasakan sekali
sempitnya kemaluan pimpinanku, bahkan mulai dari ujung kepala sampai
pangkal batang kemaluanku terasa dicengkram keras. perlahan pimpinanku
menaik-turunkan pinggulnya yang montok. tanganku tak tinggal diam,
buah dadanya yang tepat berada di hadapanku ku hisap pelan-pelan, kiri
dan kanan, sementara tanganku meremas-remas pantat dan pinggulnya yang
sangat menantang.

semakin lama gerakan ibu pimpinanku semakin cepat dan tak beraturan
hingga akhirnya didahului oleh lenguhan panjang aku merasakan kepala
kemaluanku terasa hangat.. pimpinanku telah orgasme lebih dulu. Aku
ambil alih posisi aku rebahkan tubuhnya disofa lalu aku hujamkan
batang kemaluanku sampai kedasar-dasarnya . Aku terus bergerak berpacu
mendapatkan puncak kenikmatan, sementara ibu pimpinanku mulai kembali
terpancing nafsunya pinggulnya mulai bergerak mengimbangi gerakan
pantatku yang naik-turun, Semakin lama terasa seluruh badanku panas
dan bergetar, cengkraman kemaluan pimpinanku terasa semakin kuat pada
kemaluanku hingga akhirnya kami berdua bersamaan mencapai puncak
orgasme.

TAMAT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s